The Flintstones Siap Kembali ke Live-Action, Ryan Gosling Jadi Produser dan Bamm-Bamm Pusat Cerita
layarinfo – Hollywood kembali membuka pintu menuju Bedrock. Warner Bros. sedang mengembangkan The Flintstones live-action terbaru dan kali ini proyek tersebut mengambil arah berbeda. Ryan Gosling terlibat sebagai produser, sementara cerita dikabarkan tidak lagi menempatkan Fred Flintstone sebagai pusat utama.
- Bamm-Bamm Bisa Menjadi Wajah Baru Bedrock
- Ryan Gosling Tidak Dilaporkan Sebagai Pemeran
- The Flintstones Sudah Dua Kali Masuk Dunia Live-Action
- Fokus pada Generasi Baru Bisa Menjadi Keputusan Penting
- Bedrock Punya Potensi Visual Besar
- Ryan Gosling Semakin Aktif Sebagai Produser
- Belum Ada Jadwal Tayang
- Reboot yang Tidak Sekadar Mengulang?
The Hollywood Reporter melaporkan Ryan Gosling dan Jessie Henderson akan memproduksi proyek tersebut melalui perusahaan mereka, Open Invite, bersama Warner Bros. Film masih berada pada tahap awal pengembangan dan tim produksi sedang mencari penulis skenario. Ceritanya diperkirakan berfokus pada versi Bamm-Bamm Rubble yang sudah lebih dewasa.
Bamm-Bamm Bisa Menjadi Wajah Baru Bedrock
Pilihan menjadikan Bamm-Bamm sebagai karakter utama cukup menarik.
Selama ini masyarakat lebih mengenal franchise The Flintstones melalui Fred dan Wilma Flintstone serta sahabat mereka, Barney dan Betty Rubble.
Bamm-Bamm merupakan anak Barney dan Betty yang terkenal memiliki kekuatan luar biasa sejak masih bayi.
Karakter tersebut sebenarnya pernah mendapatkan porsi cerita lebih besar.
Pada awal 1970-an, The Pebbles and Bamm-Bamm Show menampilkan Bamm-Bamm dan Pebbles Flintstone sebagai remaja yang menjalani kehidupan sekolah di Bedrock.
Karena itu, menjadikannya tokoh utama bukan berarti Warner Bros. menciptakan konsep sepenuhnya dari nol.
Studio memiliki sejarah karakter yang dapat dikembangkan menjadi cerita generasi baru.
Ryan Gosling Tidak Dilaporkan Sebagai Pemeran
Nama Ryan Gosling tentu langsung menarik perhatian.
Namun sampai sekarang keterlibatannya berada di belakang layar sebagai produser.
Belum ada informasi resmi bahwa Gosling akan memainkan Bamm-Bamm atau karakter lain.
Proyek juga belum memiliki sutradara maupun pemeran utama yang diumumkan.
Statusnya masih sangat awal.
Hal tersebut penting karena proyek Hollywood yang memasuki tahap pengembangan dapat mengalami banyak perubahan sebelum kamera mulai merekam.
Penulis skenario yang akhirnya terpilih akan menentukan arah cerita, usia Bamm-Bamm, karakter pendukung, serta seberapa besar Fred dan Barney terlibat.
The Flintstones Sudah Dua Kali Masuk Dunia Live-Action
Warner Bros. bukan studio pertama yang mencoba membawa keluarga prasejarah tersebut menjadi manusia nyata.
Film The Flintstones pada 1994 menampilkan John Goodman sebagai Fred Flintstone dan Rick Moranis sebagai Barney Rubble.
Elizabeth Perkins memainkan Wilma, sedangkan Rosie O’Donnell berperan sebagai Betty.
Film tersebut menjadi tontonan keluarga populer pada masanya dan membuktikan bahwa dunia kartun Bedrock bisa diterjemahkan ke film live-action.
Enam tahun kemudian hadir The Flintstones in Viva Rock Vegas dengan pemain baru.
Namun film kedua tidak memperoleh dampak budaya sebesar pendahulunya.
Lebih dari dua dekade kemudian, Warner Bros. sekarang memiliki kesempatan untuk memulai dengan pendekatan yang berbeda.
Fokus pada Generasi Baru Bisa Menjadi Keputusan Penting
Alih-alih menceritakan ulang kisah Fred dan Barney, Bamm-Bamm memberi ruang lebih besar bagi kreativitas.
Penonton lama tetap mengenal dunianya, tetapi karakter utama tidak terlalu terikat pada kisah film 1994.
Cerita juga dapat mengeksplorasi Bedrock dari perspektif generasi muda.
Jika Pebbles ikut muncul, hubungan keduanya bisa menjadi jembatan antara nostalgia dan cerita baru.
Strategi ini cukup umum dalam franchise lama Hollywood.
Studio mempertahankan dunia serta karakter klasik, tetapi memberikan pusat cerita kepada generasi berbeda agar film dapat menjangkau penonton baru.
Pendekatan tersebut tentu mempunyai risiko.
Penggemar lama mungkin tetap ingin melihat Fred, Wilma, Barney dan Betty mendapatkan peran besar.
Bedrock Punya Potensi Visual Besar
Salah satu tantangan terbesar The Flintstones selalu berada pada desain dunia.
Serial animasinya terkenal karena mencampurkan kehidupan suburban Amerika dengan teknologi zaman batu.
Mobil menggunakan tenaga kaki. Hewan prasejarah berfungsi seperti peralatan rumah tangga. Rumah berbatu tetap memiliki konsep modern.
Versi live-action modern bisa memanfaatkan teknologi visual jauh lebih maju dibanding film 1994.
Namun terlalu banyak CGI juga dapat menghilangkan kesan komedi praktis yang menjadi identitas The Flintstones.
Tim kreatif nantinya perlu menentukan keseimbangan antara visual realistis dengan absurditas kartun.
Ryan Gosling Semakin Aktif Sebagai Produser
Keterlibatan Gosling menunjukkan bagaimana sang aktor semakin memperluas perannya di industri.
Ia dan Jessie Henderson bekerja melalui Open Invite untuk mengembangkan berbagai proyek.
Dalam beberapa tahun terakhir, Gosling tidak hanya tampil di depan kamera tetapi juga terlibat dalam proses produksi sejumlah film.
The Flintstones memberi kesempatan berbeda karena franchise ini mempunyai sejarah puluhan tahun dan tingkat pengenalan merek yang sangat tinggi.
Sebagai produser, Gosling dapat membantu menentukan tim kreatif serta arah proyek, tetapi detail kontribusinya belum diumumkan.
Belum Ada Jadwal Tayang
Penonton jangan berharap trailer muncul dalam waktu dekat.
Film masih mencari penulis dan belum memiliki jadwal produksi.
Warner Bros. juga belum mengumumkan tanggal rilis.
Fakta tersebut menunjukkan perjalanan menuju layar lebar masih panjang.
Setelah penulis terpilih, proyek kemungkinan harus melewati pengembangan skenario, pencarian sutradara, casting, desain produksi, hingga penentuan jadwal syuting.
Masing-masing tahapan dapat memakan waktu berbulan-bulan.
Reboot yang Tidak Sekadar Mengulang?
Detail yang paling menjanjikan sejauh ini justru keputusan menggeser fokus menuju Bamm-Bamm.
Daripada membuat ulang film 1994 dengan pemain baru, Warner Bros. memiliki kesempatan memperluas dunia Bedrock.
Keberhasilan akhirnya sangat bergantung pada naskah.
Nostalgia memang dapat menarik perhatian awal, tetapi franchise lama membutuhkan cerita yang cukup kuat agar penonton baru ikut tertarik.
Untuk sekarang, proyek The Flintstones live-action masih berada pada tahap paling awal.
Namun kombinasi Warner Bros., Ryan Gosling, Jessie Henderson, dan rencana menjadikan Bamm-Bamm sebagai pusat cerita membuat proyek ini layak masuk daftar film Hollywood yang perkembangan produksinya patut dipantau.